Di luar dugaan, Partai Gerakan Indonesia Raya bulat mendukung kubu Partai Demokrat yang menolak usulan Angket Mafia Perpajakan. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, lalu menyatakan Gerindra pantas mendapat imbalan.
Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Gerindra, patut diberi kursi dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. “Reward-nya bisa saja Prabowo dikasih menteri,” kata Mubarok, Rabu, 23 Februari 2011.
Ketua Umum Gerindra, Suhardi, menyatakan, penolakan atas Angket Mafia Perpajakan bukan didasari keinginan mendapatkan kursi kabinet. "Niat kami seperti yang sudah dijelaskan Wakil Ketua Umum Fadli Zon," kata Suhardi. "Ada lima poin di sana."
Lalu kalau Gerindra ditawari kursi menteri? "Yang jelas, kami sebagai partai tentu rapat dulu," kata Guru Besar di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu.
Suhardi menyatakan, fokus Gerindra bukanlah pada periode Pemerintahan kali ini. Gerindra fokus pada pemenangan 2014. "Kami ingin Prabowo Subianto menjadi Presiden," kata Suhardi.
Terlepas dari apa yang dikatakan Suhardi, yang jelas sesudah sukses menekuk pengusul Pansus itu, Gerindra panen ucapan terima kasih. Syarif Hasan, anggota Dewan Pembina Demokrat, juga menyampaikan apresiasi terhadap Fraksi Partai Gerindra. “Kami sangat berterima kasih dan berikan penghargaan,” katanya.
Namun, ketika disinggung apakah penghargaan ini akan berupa posisi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, Syarif menegaskan bahwa semua itu tergantung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (umi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar